Sales Training ~ Imtiyaz Learnings | Dalam dunia sales management dan distributor management, ada satu momen yang hampir selalu terjadi, dan seringkali menentukan masa depan sebuah area penjualan.
Momen itu bukan saat target ditetapkan.
Bukan pula saat kontrak distributor ditandatangani.
Momen krusial itu adalah pertemuan pertama antara Sales Manager dari principal dan tim sales distributor.
Di ruangan itu, seringkali terjadi apa yang oleh banyak praktisi disebut secara setengah bercanda, setengah serius:
“adu kesaktian.”

Ketika Jabatan Tidak Otomatis Menghadirkan Kepercayaan
Banyak tim sales distributor datang dengan beban pengalaman. Mereka sudah:
- bertahun-tahun turun ke lapangan,
- menghadapi penolakan toko,
- menutup order dengan segala keterbatasan,
- dan hidup dari target yang nyata, bukan asumsi.
Lalu datanglah Sales Manager Area dari principal—seringkali:
- baru ditempatkan,
- berasal dari jalur Management Trainee,
- kuat di framework dan laporan,
- tetapi belum tentu pernah “berkeringat” di area tersebut.
Di sinilah muncul gap yang berbahaya:
- gap pengalaman lapangan, dan
- gap kepercayaan (trust gap).
Jika tidak dikelola dengan tepat, hubungan ini bisa berubah menjadi:
- resistensi diam-diam,
- kepatuhan semu,
- atau bahkan konflik terbuka antara principal dan distributor.

“Adu Kesaktian” Bukan Tentang Siapa Paling Hebat
Istilah “adu kesaktian” sering disalahpahami sebagai ajang pamer kemampuan. Padahal, di lapangan, yang sedang diuji bukan siapa yang paling pintar, tetapi:
Apakah Anda layak diikuti?
Tim sales distributor tidak menilai Anda dari CV, title, atau jalur karier.
Mereka menilai dari satu hal sederhana:
“Apakah orang ini mengerti realita kami?”
Kesalahan Klasik Sales Manager Principal
Ada beberapa kesalahan yang sering, dan mahal, dilakukan:
- Terlalu cepat memberi instruksi
Tanpa memahami medan, customer, dan dinamika area. - Berbicara terlalu konseptual
Framework bagus, tapi tidak membumi. - Membandingkan area
“Di area lain bisa kok.”
Kalimat ini sering menjadi pemicu resistensi. - Tidak pernah turun ke lapangan
Kepercayaan tidak dibangun dari ruang meeting.
Kesalahan-kesalahan ini membuat tim sales distributor merasa:
- tidak didengar,
- tidak dihargai,
- dan pada akhirnya, tidak perlu dipercaya.

Cara Melakukan “Adu Kesaktian” yang Sehat
Berikut beberapa pendekatan praktis untuk menang tanpa merendahkan:
1. Mulai dengan Mendengar, Bukan Mengatur
Di awal penugasan, posisi terbaik Sales Manager adalah observer aktif.
Dengarkan:
- cerita lapangan,
- kendala outlet,
- pola closing,
- dan kebiasaan customer.
Kalimat sederhana seperti:
“Kalau menurut teman-teman, apa yang paling susah di area ini?”
seringkali lebih powerful daripada 20 slide strategi.
2. Turun ke Lapangan, Bukan Sekadar Ikut
Join visit bukan formalitas.
Tujuannya bukan mengawasi, tetapi memahami ritme kerja.
Saat di lapangan:
- biarkan sales distributor memimpin,
- amati cara mereka berbicara,
- perhatikan alasan di balik setiap keputusan.
Dari sinilah “kesaktian” Anda mulai diuji—bukan lewat bicara, tapi lewat empati.
3. Tunjukkan Value Kecil tapi Nyata
Trust tidak dibangun dari grand strategy, tapi dari quick wins.
Contoh:
- bantu menyederhanakan approach ke outlet besar,
- bantu memetakan prioritas kunjungan,
- atau bantu menyusun argumen ke owner yang lebih rapi.
Ketika tim merasakan:
“Oh, cara dia bikin kerja kita lebih mudah,”
itulah titik balik kepercayaan.
4. Akui Keterbatasan, Justru Itu Kekuatan
Sales Manager tidak harus tahu segalanya.
Mengatakan:
“Saya belum sedalam teman-teman soal area ini, tapi saya ingin belajar bareng,”
seringkali justru membuka pintu kolaborasi.
Kepemimpinan hari ini bukan soal tampil paling tahu, tapi paling mau belajar.
5. Gabungkan Dua Dunia: Konsep dan Realita
Nilai unik Sales Manager principal ada pada kemampuannya:
- membawa perspektif bisnis dari principal,
- menerjemahkannya ke realita distributor.
Bukan memaksakan strategi pusat, tetapi mengadaptasikannya.
Di sinilah “adu kesaktian” berubah menjadi:
sinergi, bukan kompetisi.
Untuk Sales Manager Berlatar Belakang Management Trainee
Tidak ada yang salah dengan jalur MT.
Yang salah adalah mengabaikan fase pembuktian lapangan.
Beberapa saran:
- jangan defensif soal usia atau pengalaman,
- jangan merasa harus langsung terlihat “hebat,”
- fokuslah pada proses membangun kredibilitas.
Di dunia distributor, respect tidak diwariskan, tapi diperjuangkan.

Penutup: Tentang Kepemimpinan yang Layak Diikuti
Pada akhirnya, “adu kesaktian” antara Sales Manager principal dan tim sales distributor bukan tentang siapa yang paling pintar.
Ia tentang:
- siapa yang paling relevan,
- siapa yang paling peduli,
- dan siapa yang benar-benar membantu tim menang di lapangan.
Karena di dunia sales, satu hal tetap berlaku:
orang tidak mengikuti jabatan, mereka mengikuti orang yang mereka percaya.
Dan kepercayaan itu hanya bisa dibangun oleh Sales Manager yang mau turun, mau mendengar, dan mau belajar, bukan hanya memberi perintah.
—0—
PENULIS

Doddy Ariesta Afriyana, SE, C.HRM, C.Trainer, C.SLII, C.SoT, C.NLP, C.PI Analyst, C.P3H
Doddy is a sales practitioner, human resources practitioner, and businessman, as well as a training master for Salesmanship, Sales management, and Sales Leadership training at Imtiyaz Learning & Consulting, who has 6 certifications ranging from sales, soft skills, leadership, training, personality profiling, and human resources from reputable national and international institutions.
Doddy has worked in a variety of industries for over 22 years, including the restaurant industry, software and application development, FMCG, Oil and Gas, Pharmacy, Direct Selling, MLM, Automotive, SME, and Start-Up. Extensive and in-depth experience in local, national, and multinational corporations within the scope of his position roles on a local, national, and global scale.
He began his career as a marketing executive at a Software & Application Development company, as well as a Head of Professor Assistant Corps at FEB UI, after graduating from the Faculty of Economics & Business University of Indonesia (FEB UI). His career progressed until he was trusted to become Head of Area, Assistant Manager, Manager, and General Manager in various national and multinational companies. His previous position before deciding to start a learning consulting firm was General Manager Learning & Development at Renault Indonesia and GM HRD & Business Development at start up Blimobil Indonesia.
–0–
Smart Sales Manager 4.0
Judul Sales Manager Training
Smart Sales Manager 4.0
Deskripsi
Sales Training ~ Imtiyaz Learnings | Bagaimana memahami territory management, breakdown target, mendesain KPI, mendesain insentif, dan mengevaluasi kinerja tim sales, serta memahami 3 peran sales manager secara maksimal yaitu mengelola tugas dengan baik, mengelola waktu, dan mengelola orang lain. Dan juga tanpa melupakan bagaimana kita memanfaatkan artificial intelligence untuk memaksimalkan peran manajemen kita.
Manfaat
Membekali para Sales Manager dengan skill yang tepat dalam mengelola diri dan tim penjualannya, termasuk di dalamnya skill territory management, break down sales target, menyelaraskan pencapaian insentif untuk mencapai target pribadi tim penjualan. Memanfaatkan media sosial, digital, dan artificial intelligence untuk mendapatkan database dan prospek.
Keunggulan
Para Sales Manager mudah memahami konten dari materi training ini, karena mudah diterapkan, inspiratif, juga membekali skill teknis mereka sebagai sales manager. Disempurnakan dengan skill media sosial, digital, dan artificial intelligence yang sangat suportif untuk pencapaian penjualan.
Skill
Smart time management, Smart task management, Smart leader, sales territory management, Smart problem solver and decision maker, smart prospecting, smart database gathering.
Target Peserta Sales Manager Training
Sales Leader, Sales Manager, Sales Director, Vice President Sales Marketing, General Manager Sales, C-Level
Materi Training
- Time Management
- Task Management
- Territory Manager
- Problem Solving
- Decision making
- Breakdown Sales Target
- Prospect Database Gathering
- Smart Coaching for high performance.
Durasi
2 Hari
Metode Sales Training
- Participative Learning;
- Group Discussion;
- Interactive Presentation;
- Case Study;
- Impactful Role Play;
- Simulation; Group Presentation.

Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran dari program unggulan Imtiyaz Learnings. SALES TRAINING 4.0 adalah program unggulan kami untuk membantu para pimpinan sales mencapai target penjualan perusahaan. Metode pembelajaran yang dijalankan merupakan kolabolasi dari pengalaman tim trainer di dunia sales dengan memanfaatkan kemajuan teknologi terkini.
Address:
H. Nawi Raya No. 191, Gandaria Utara
Kota Jakarta Selatan 12140, Jakarta
Lihat Google Maps –>> klik disini
Phone / Whatsapp :
0852 8350 0976 (DINI) –>> klik disini
0812 9581 2288 (DEWA) –>> klik disini
Email:
dini.mufidah@imtiyazlearnings.com
dewa@imtiyazlearnings.com
Socmed:
LinkedIn : imtiyazlearningconsulting –>> klik disini
Instagram : imtiyazlearnings –>> klik disini
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales director training
sales manager training
sales manager training
sales manager training
sales manager training
sales manager training
sales manager training
sales manager training
sales manager training

