Management Trainee dan Seni Mengambil Hati Para Senior : Membangun Trust, Menimba Ilmu, dan Berkolaborasi Lintas Generasi

Management Trainee ~ Imtiyaz Learnings | Memasuki dunia kerja sebagai Management Trainee (MT) sering terasa seperti dilempar ke kolam yang dalam. Di satu sisi, Anda datang dengan energi, idealisme, dan pengetahuan terbaru. Di sisi lain, Anda berhadapan dengan para senior yang telah puluhan tahun ditempa oleh realitas lapangan.

Di titik inilah banyak MT terjebak pada dilema klasik:

  • bagaimana menunjukkan potensi tanpa terkesan sok tahu?
  • bagaimana belajar cepat tanpa kehilangan jati diri?

Jawabannya bukan sekadar soal kecerdasan, melainkan soft skills, terutama kemampuan membangun rapport, trust, dan kolaborasi lintas generasi.

pelatihan manajemen terbaik ~ management trainee
Management Trainee : Mengambil Hati Para Senior

Kesalahpahaman Awal yang Sering Terjadi

Banyak MT datang dengan asumsi keliru:

  • “Kalau saya tidak cepat menunjukkan kemampuan, saya akan diremehkan.”
  • “Kalau saya terlalu bertanya, saya terlihat tidak kompeten.”
  • “Kalau saya mengikuti cara lama, saya tidak membawa nilai baru.”

Sebaliknya, para senior sering melihat MT sebagai:

  • terlalu teoritis,
  • kurang sabar,
  • atau belum cukup menghargai pengalaman lapangan.

Dua perspektif ini, jika tidak dijembatani, akan melahirkan jarak psikologis yang sulit diperbaiki.

 

Rapport dan Trust: Fondasi yang Tidak Bisa Dilewati

Dalam dunia profesional, rapport adalah pintu masuk, dan trust adalah izin untuk bertumbuh.

Para senior tidak serta-merta menilai MT dari CV atau kampus asal. Mereka menilai dari:

  • sikap,
  • cara bertanya,
  • cara mendengarkan,
  • dan cara membawa diri dalam keseharian.

Trust bukan dibangun dari kecanggihan ide, tetapi dari konsistensi perilaku.

management trainee ~ pelatihan leadership terbaik
Diskusi Junior dan Senior

1. Datang Sebagai Murid, Bukan Penyelamat

Kesalahan paling fatal MT adalah datang dengan mindset “pembenah”.

Padahal, langkah paling bijak adalah:

datang sebagai murid yang ingin memahami medan.

Bertanya dengan tulus:

  • “Kenapa cara ini dipilih?”
  • “Apa tantangan terbesarnya di lapangan?”
  • “Dulu pernah coba pendekatan lain?”

Pertanyaan semacam ini menunjukkan rasa hormat, bukan kelemahan.

 

2. Dengarkan Cerita, Bukan Hanya Ambil Kesimpulan

Para senior menyimpan harta karun berupa cerita pengalaman, tentang kegagalan, konflik, dan keputusan sulit.

MT yang cerdas tidak buru-buru memberi solusi.
Ia mendengarkan, menyerap pola, dan memahami konteks.

Di sinilah ilmu sejati ditransfer, bukan lewat presentasi, tetapi lewat percakapan.

 

3. Tawarkan Ide sebagai Opsi, Bukan Kebenaran

Perbedaan cara berpikir Gen Z dan generasi senior seringkali memicu friksi.
MT cenderung cepat, visual, dan data-driven. Senior cenderung kontekstual dan berbasis intuisi.

Jembatannya adalah bahasa komunikasi.

Alih-alih berkata:

“Menurut teori, seharusnya begini…”

Cobalah:

“Kalau dikaitkan dengan kondisi tadi, bagaimana kalau kita coba opsi ini?”

Perubahan kecil dalam framing bisa mengubah resistensi menjadi diskusi.

 

4. Bangun Kredibilitas Lewat Hal-Hal Kecil

Trust tidak dibangun dari satu momen besar, melainkan dari konsistensi hal kecil:

  • datang tepat waktu,
  • menepati janji,
  • menindaklanjuti diskusi,
  • dan tidak mengambil kredit atas kerja orang lain.

Para senior sangat peka terhadap hal-hal ini, meski jarang diucapkan.

pelatihan manajer terbaik ~ management trainee
kolaborasi lintas generasi

5. Hormati Pengalaman, Tambahkan Perspektif

Kolaborasi lintas generasi bukan soal siapa lebih unggul, melainkan bagaimana saling melengkapi.

Senior membawa:

  • kearifan praktis,
  • pemahaman manusia,
  • dan intuisi bisnis.

Gen Z membawa:

  • data,
  • teknologi,
  • dan perspektif baru.

MT yang berhasil adalah yang mampu:

menghubungkan pengalaman masa lalu dengan tantangan masa depan.

 

6. Jangan Takut Terlihat Belum Tahu

Ironisnya, MT yang paling cepat berkembang justru yang tidak takut mengakui:

“Saya belum tahu.”

Kerendahan hati ini seringkali membuka pintu mentoring yang tulus dari para senior.
Sebaliknya, MT yang terlalu defensif akan cepat dijaga jarak.

 

Relasi Profesional, Bukan Relasi Palsu

Mengambil hati bukan berarti menjilat.
Membangun rapport bukan berarti kehilangan profesionalisme.

Hubungan yang sehat adalah:

  • jujur,
  • saling menghargai,
  • dan fokus pada tujuan bersama.

Para senior menghargai MT yang:

  • bisa diajak diskusi,
  • mau belajar,
  • dan berani bertanggung jawab.
management trainee ~ pelatihan kepemimpinan terbaik ~ pelatihan manajemen terbaik
hubungan yang sehat, saling percaya, dan kolaborasi yang tulus.

Penutup: Tentang Tumbuh Bersama

Menjadi Management Trainee bukan tentang membuktikan diri lebih pintar, tetapi tentang menjadi cukup bijak untuk belajar dari mereka yang lebih dulu berjalan.

Di dunia kerja yang multigenerasi, keberhasilan bukan ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemampuan membangun trust lintas generasi.

Karena pada akhirnya, karier yang berkelanjutan dibangun bukan hanya oleh kompetensi teknis, tetapi oleh hubungan yang sehat, saling percaya, dan kolaborasi yang tulus.

Dan itulah seni sejati seorang Management Trainee.

—-0—

PENULIS

Doddy Ariesta

Doddy Ariesta Afriyana, SE, C.HRM, C.Trainer, C.SLII, C.SoT, C.NLP, C.PI Analyst, C.P3H

Doddy is a sales practitionerhuman resources practitioner, and businessman, as well as a training master for Salesmanship, Sales management, and Sales Leadership training at Imtiyaz Learning & Consulting, who has 6 certifications ranging from sales, soft skills, leadership, training, personality profiling, and human resources from reputable national and international institutions.

Doddy has worked in a variety of industries for over 22 years, including the restaurant industry, software and application developmentFMCGOil and GasPharmacyDirect SellingMLMAutomotiveSME, and Start-UpExtensive and in-depth experience in local, national, and multinational corporations within the scope of his position roles on a local, national, and global scale.

He began his career as a marketing executive at a Software & Application Development company, as well as a Head of Professor Assistant Corps at FEB UI, after graduating from the Faculty of Economics & Business University of Indonesia (FEB UI). His career progressed until he was trusted to become Head of AreaAssistant ManagerManager, and General Manager in various national and multinational companies. His previous position before deciding to start a learning consulting firm was General Manager Learning & Development at Renault Indonesia and GM HRD & Business Development at start up Blimobil Indonesia.

–0–

logo imtiyaz learnings

Smart Sales Manager 4.0

Judul Sales Manager Training

Smart Sales Manager 4.0

Deskripsi

Sales Training ~ Imtiyaz Learnings | Bagaimana memahami territory management, breakdown target, mendesain KPI, mendesain insentif, dan mengevaluasi kinerja tim sales, serta memahami 3 peran sales manager secara maksimal yaitu mengelola tugas dengan baik, mengelola waktu, dan mengelola orang lain. Dan juga tanpa melupakan bagaimana kita memanfaatkan artificial intelligence untuk memaksimalkan peran manajemen kita.

Manfaat

Membekali para Sales Manager dengan skill yang tepat dalam mengelola diri dan tim penjualannya, termasuk di dalamnya skill territory management, break down sales target, menyelaraskan pencapaian insentif untuk mencapai target pribadi tim penjualan. Memanfaatkan media sosial, digital, dan artificial intelligence untuk mendapatkan database dan prospek.

Keunggulan

Para Sales Manager mudah memahami konten dari materi training ini, karena mudah diterapkan, inspiratif, juga membekali skill teknis mereka sebagai sales manager. Disempurnakan dengan skill media sosial, digital, dan artificial intelligence yang sangat suportif untuk pencapaian penjualan.

Skill

Smart time management, Smart task management, Smart leader, sales territory management, Smart problem solver and decision maker, smart prospecting, smart database gathering.

Target Peserta Sales Manager Training 

Sales Leader, Sales Manager, Sales Director, Vice President Sales Marketing, General Manager Sales, C-Level

Materi Training
  1. Time Management
  2. Task Management
  3. Territory Manager
  4. Problem Solving
  5. Decision making
  6. Breakdown Sales Target
  7. Prospect Database Gathering
  8. Smart Coaching for high performance.
Durasi

2 Hari

Metode Sales Training 
  • Participative Learning;
  • Group Discussion;
  • Interactive Presentation;
  • Case Study;
  • Impactful Role Play;
  • Simulation; Group Presentation.

 

contact marketing imtiyaz

Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran dari program unggulan Imtiyaz Learnings. SALES TRAINING 4.0 adalah program unggulan kami untuk membantu para pimpinan sales mencapai target penjualan perusahaan. Metode pembelajaran yang dijalankan merupakan kolabolasi dari pengalaman tim trainer di dunia sales dengan memanfaatkan kemajuan teknologi terkini.

Address:

H. Nawi Raya No. 191, Gandaria Utara
Kota Jakarta Selatan 12140, Jakarta
Lihat Google Maps  –>> klik disini

Phone / Whatsapp :

0852 8350 0976 (DINI)  –>> klik disini
0812 9581 2288 (DEWA)  –>> klik disini

Email:

dini.mufidah@imtiyazlearnings.com
dewa@imtiyazlearnings.com

Socmed:

LinkedIn : imtiyazlearningconsulting  –>> klik disini
Instagram :  imtiyazlearnings  –>> klik disini

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

sales training

 

 

 

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

management trainee

Share to Learn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top